Bulan: April 2016

Yakin Nggak Bermanfaat?


“Igna kapan move on?”

Pertanyaan ini ada setahun yang lalu. Sebenernya pertanyaan ini cuma candaan dari temen aja sih. Tapi kalo keseringan dibercandain kayak gitu, rasanya emang nggak enak. Apalagi yang nanya sambil pegang golok. Selain nggak enak, saat itu juga kita merasa bahaya. Kalo kamu nemu orang kayak gitu pastikan kamu segera kabur. Sebentar, kok sampe sini berasa kayak tips menyelamatkan diri dari kejaran penjahat ya? Oke, fokus. Lanjutkan membaca “Yakin Nggak Bermanfaat?”

Penat


Halo. Kayaknya dipos ini aku lagi nggak mau nulis lucu nih. Setelah posting sebelumnya adalah tulisan galau. Kalau yang belum baca klik sini ya Sejujurnya Aku Berbohong. Ehm, sampe mana tadi. Oh ya, kali ini aku lagi nggak mau nulis lucu. At least, aku ngerasa penat. Bahkan aku ngerasa sangat sulit bagiku buat nemuin hari baik untuk nyelesain naskahku. Biasanya kalo aku nulis bisa kapan pun. Selama aku udah niat pasti aku bisa nulis. Minimal satu paragraf pendek. Ya, sekitar lima kalimat itu udah bagus. Bahkan kalo hari itu hari yang baik banget, aku bisa nulis satu cerita utuh. Sehari bisa selesai satu cerita. Tapi sepertinya minggu ini aku merasa mentok. Ya, aku benar-benar penat. Lanjutkan membaca “Penat”

Sejujurnya Aku Berbohong


Kalimat ini jujur tanpa aling-aling. Sejujurnya aku ada di sini. Menyimpan segalanya sendiri dan kini aku membuka rahasia itu di sini. Sendiri (lagi). Bukan karena aku suka sendiri tapi.. Rahasia ini baiknya memang sendiri tapi… Kini rahasia itu tak sendiri. Ada di sini dengan jujur tanpa aling-aling.

Paragraf baru dengan rasa yang lama dan sama.

Aku rindu padamu. Tiap detik dan menitnya masih ada padamu. Padamu. Padamu. Tentu aku menyayangimu. Di rumah Tuhanku aku masih berdoa untukmu. Masih. Masih. Tentu karena aku menyayangimu. Lanjutkan membaca “Sejujurnya Aku Berbohong”

Kerja, dan Pawang Ujan Yang Kehujanan


Jadi bulan Maret kemarin aku sama Dion temenku lagi ngobrol di kosan soal pengangguran. Sebenernya obrolan kita itu obrolan yang kurang kerjaan. Dion sama aku sempet memperdebatkan apa sih yang bikin orang jadi ngganggur. Dan meski kita udah tau faktor (ceilah bahasanya) penyebab orang ngganggur, kayak nglamar kerja ditolak (kalo nglamar kamu ditolak nggak ya?). Ehm fokus, terus kemampuan kerja kurang, ato karena dipecat. Tapi karena penasaran, Dion sama aku masih aja ngomongin soal pengangguran. Lanjutkan membaca “Kerja, dan Pawang Ujan Yang Kehujanan”